Langsung ke konten utama

KL-YES Nasional 2013/2014 Part 2

Sudah baca KL-YES Nasional 2013/2014 Part 1 kan? Kalau belum, silahkan dibaca dahulu. :D

Postingan kali ini merupakan kelanjutan cerita dari seleksi KL-YES Nasional 2013/2014 yang saya lakukan selama 3 hari 2 malam di Jakarta minggu lalu.

Minggu, 25 November 2012
Hari ke-dua. Aku bangun kira-kira pukul 6 pagi, dan bergantian mandi dengan Avi dan juga Nanda. Aku mendapatkan giliran yang ke-dua. Sambil menunggu Avi mandi, aku solat dahulu, begitu juga Nanda. Seusai mandi, kami bergegas menuju kantin di lantai 2 untuk makan dan melihat jadwal interview hari itu. Nanda mendapatkan shift pagi, sedangkan aku dan Avi shift siang. Setelah makan pagi, aku dan Avi pun kembali ke kamar, sedangkan Nanda ke aula untuk menunggu jadwal interview. Huh, cukup membosankan menghabiskan waktu di kamar hanya berdua. Ditambah lagi dengan ketidak-adaannya gadget.

Oh ya, ada yang terlupa. Selama kami berada di WH, kami tidak diperkenankan menggunakan gadget yang kami miliki, dan gadget-gadget tersebut harus dikumpulkan. Bisa dibayangkan kan, bagaimana rasanya di kamar berduaan tanpa gadget. Hahaha, sebenarnya bisa saja tidak bosan kalau kami punya bahan cerita. tetapi sayangnya, itulah yang kami tidak punya. Jadi, daripada bosan kami pun tidur kembali. Tetapi gak lama, kami terbangun kembali karena suara anak-anak batch 2 yang hari itu akan berpisah. Ya sudah, kami pun akhirnya tidak jadi tidur.

Setelah menunggu cukup lama, dan Nanda pun sudah kembali dari aula, aku dan Avi pun pergi ke aula, meninggalkan Nanda sendirian di kamar (sabar ya Nand :D) Sebelum ke Aula, aku dan Avi sempat ke kantin dahulu untuk mencari makanan, tetapi sayangnya tidak ada makanan siang itu. Baiklah, daripada datang terlambat, kami pun langsung saja ke aula. Di lobi kami menunggu cukup lama untuk panggilan interview. Jadi kami bercanda. Sungguh, aku tak bisa berhenti tertawa selama di sana.

Akhirnya namaku terpanggil juga. Aku pun masuk ke ruangan dan duduk di depan interviewer. Perasaanku bagaimana? Jujur saja, aku tidak terlalu nervous saat itu, aku mencoba se-relax mungkin menjawab pertanyaan yang diberikan kepadaku. Setelah cukup lama bercengkerama, aku disuruh memilih salah satu kertas yang berisi suatu tema untuk speech. Awalnya aku memilih suatu kertas yang ternyata bertulisan, "i believe i am qualified", tetapi karena aku sudah menjawab itu sebelumnya, akhirnya kertasnya diganti dengan "i am a valuable individual."

Setelah selesai, aku pun keluar, dan aku diingatkan untuk kembali lagi pada pukul 7 malam nanti untuk test essay writing. Aku kembali bersama Faisal dan sempat bermain dulu bersama teman-teman lainnya sebelum aku masuk ke kamar.

Pukul 6.30 PM aku dan teman sekamarku pergi ke kantin sebelum berangkat ke ruangan test. Bahagia sekali, kami makan malam bersama batch 3, jarang sekali dapat makan bersama-sama seperti itu. \m/

Setelah selesai makan, kami bersama-sama ke ruangan test. Essay writing test pun dimulai. Kami diberikan 2 helai kertas yang di bagian atas dari kertas tersebut sudah ada 4 pertanyaan yang harus kami jelaskan melalui essay tersebut. Pertanyaan tersebut adalah :

  1. Describe your mistakes in the last 3 years outside of the school, and explain how do you solve it. What lesson do you get from that mistake?
  2. Describe achievement that you get in the last 3 years outside the school! What steps that you do to achieve it?
  3. Describe person who you admire, and what lesson can you take from that person.
  4. In addition to improve your English skill, give at least 2 reasons why do you choose spent 1 year at US with YES program can improve your English skill. Why it is important to you?
Essay writing test pun berakhir, aku dan teman-teman pun kembali ke kamar. Seperti hari sebelumnya, aku mandi dahulu sebelum tidur.

Yeaahhhh.... Malam Kedua pun berakhir :')

Senin, 26 November 2012
Hari itu adalah hari terakhirku bersama teman-teman batch 3 lainnya. Di satu sisi aku senang akan bertemu keluarga kembali, tetapi disisi lain aku tak ingin berpisah dengan mereka. Aku merasakan kebahagian disaat ku bersama mereka. huh, menyedihkan memang.

Pagi itu, aku terbangun dan langsung sholat subuh kemudian mandi. Setelah mandi, aku dan teman sekamarku, Avi dan Nanda pun ke kantin untuk makan pagi bersama batch 3. Setelah selesai makan, kami kembali ke ruangan ujian untuk mengikuti SLEP test. It was so difficult, but i like it. hahaha.

Setelah SLEP test berakhir, kami pun mendapatkan kembali gadget yang kami miliki. Yeaaahhhh!!! Betapa lucunya melihat anak-anak batch 3 beberapa saat setelah mendapatkan kembali gadgetnya, semuanya pada megang teling (a.k.a nelfon) hahaha.

Kami kembali ke wisma dan we were taking some photos.

Here we are




btw, thanks for Sunandar Ade Kusumo for the pictures.

Kemudian kami mendapatkan nasi kotak, dan yaa, kami makan lagi -_- Setelah itu kami diantarkan ke bandara. Semua anak-anak batch 3 diantarkan dengan bus kecuali aku dan chapter Denpasar (Joan, Bintang, dan Esa). Aku, Joan, Bintang, dan Esa diantarkan oleh kak Willy.

Setelah sampai di bandara, aku dan teman-teman chapter padang cukup lama menunggu, sebelum kami benar-benar kembali ke Padang.

Sekarang saatnya untuk kami menunggu hasil dari usaha yang telah kami lakukan....

Bersama mereka, aku mendapakan banyak pelajaran. Meskipun kita hanya berjumpa selama 3 hari, tetapi bagiku rasanya seperti 3 bulan bahkan mungkin 3 tahun. Dan aku butuh waktu lebih untuk menjalani hari-hari bersamamu, batch 3...

Komentar

  1. what a nice story. You are really good^^ my name is Ade, i also join in this youth exchange and tomorrow i will do national selection. Pray for me, anyway:) Ohh..i am from Chapter Padang too, but..i live in Jambi province, my province is still be a sub-chapter.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

KL-YES Nasional 2013/2014 Part 1

Setelah menimbang-nimbang, akhirnya aku memilih untuk posting tentang hal ini. Ya, postingan ini bercerita tentang kisahku dan teman-temanku selama 3 hari 2 malam di Jakarta untuk mengikuti seleksi tahap nasional KL-YES untuk keberangkatan 2013/2014. Everything starts here.... Suatu hari, ketika aku baru memulai kelas 10 di SMA ku, SMAN 10 Padang, aku mendapat info tentang pertukaran pelajar. Ketika itu, aku cuma mengetahui pertukaran pelajar ke Jepang, namun setelah aku mencari dan mencari terus informasi tentang hal ini, akhirnya aku menemukan YES (Youth Exchange and Study). Pada awalnya aku ragu untuk mengikuti test tersebut. Kenapa? Ya, menimbang kondisi fisikku. Aku sempat takut jikalau keterbatasan fisik yang aku miliki akan menjadi penghambat bagiku untuk mengikuti seleksi ini. Ternyata tidak, ketika aku akan mendaftar, aku menceritakan kondisiku kepada pengurus chapter, dan Alhamdulillah, hal ini tidak dipermasalahkan. Akhirnya aku mendaftar, dan aku mengikuti serangkaian te...

You Need to Choose One

What will you do when you get bored at school while everyone was talking about things that you never know? Weird question, buy I don't care. Because sometimes that will be happened to you. There are so many options to do, but can you choose the best one? Um, maybe. You can ask them to talk about the other topics or you can go away from them or you can do stuff with your phone (or any other gadgets) or you can eat something so you seem like you are busy. Haha. Too many options and you need to choose one!

Lable Only

Disability is a matter of perception. If you can do just one thing well, you're needed by someone. - Martina Navratilova I've been wanting to talk about this since so long ago. Not trying to compare because I know that there's nothing better or worse, but only different. So, how is it to be someone with disability in Indonesia? First, let me tell you who I am. I was born just like the other who can walk, etc. 2009, there was an earthquake in Padang and I lost my legs because of that. So, I am now disabled like what other people say. At first, it was hard. I did not want to go out and even just taking pictures with the weelchair on. I just did not want people to know me as someone who is "cacat" (the word somehow doesn't make me feel good). But then, afte all the supports from family and friends, disability ain't a nightmare anymore. The year I spent in the United States actually helped me a lot to get up. (Thanks AFS). I learned a lot of things in Amer...